• SMP N 2 KALINYAMATAN JEPARA
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together
  • info@smpn2kalinyamatan.sch.id smpnduakalinyamatan@yahoo.co.id
  • (0291) 7520335
  • RSS
  • Pencarian

45 Butir Pengamalan Pancasila

Sebagai sebuah Negara yang merdeka dan diakui oleh dunia maka Indonesian harus memiliki Dasar Negara. Dasar Negara Indonesia ada dua yaitu : Pancasila dan UUD 1945.

Pada kesempatan kali ini saya akan menjabarkan tentang Butir-butir pengamalan Pancasila.

 

45 Butir-Butir Pengamalan Pancasila sesuai Tap MPR no. I/MPR/2003

 

Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

 sila pertama

Lambang Sila 1 : Perisai hitam dengan sebuah bintang emas berkepala lima (bersudut lima)

 Butir-butir sila pertama antara lain :

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh pengamalan : Mempunyai dan meyakini satu agama dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan sesuai dengan norma agama yang dianut.

 

  1. Manusia Indonesia percaya dan takwa pada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

Contoh pengamalan : Menjalankan perintah dan menjauhi larangan sesuai dengan norma agama yang dianut serta tidak menganggu penganut agama yang lain.

 

  1. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
    Contoh pengamalan : Menghormati dan mau bekerja sama meskipun dengan pemeluk agama lain.

 

  1. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh pengamalan : Kita wajib hidup rukun meskipun beda agama karena kita satu bangsa Indonesia.

 

  1. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Contoh pengamalan : Saling menghormati ketika terdapat pemeluk agama lain yang sedang melaksanakan ibadah.

 

  1. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
    Contoh pengamalan : Setiap manusia bebas menganut agama yang sudah disahkan pemerintah.

 

  1. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Contoh pengamalan : Tidak memaksakan sebuah agama kepada orang lain karena itu urusan dia dengan Tuhannya.

 

Baca Juga : Sejarah Perumusan Pancasila

 

Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab

 Sila kedua

Lambang Sila 2 : Rantai Emas yang Disusun atas Gelang-Gelang Kecil

 

Butir-butir sila kedua antara lain :

 

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh pengamalan : Tidak boleh memperlakukan manusia secara sewenang - wenang / kurang bermartabat karena semua manusia memiliki hak asasi yang sama.

 

  1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, kedudukan sosial, jenis kelamin, warna kulit dan sebagainya.

Contoh pengamalan : Menghargai perbedaan yang ada, Karena kita harus menyadari bahwa kita hidup memang berbeda-beda baik dari suku, ras, maupun agama, jadi perbedaan itu memang ada.

 

  1. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

Contoh pengamalan : Tidak boleh memperlakukan orang lain secara semena-mena terutama dalam hal yang buruk dan merugikan orang lain.

 

  1. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

Contoh pengamalan : Mau mengikuti kerja bakti dan berbaur dengan masyarakat yang lain.

 

  1. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

Contoh pengamalan : Tidak boleh semena-mena terhadap sesama manusia agar bisa hidup berdampingan dan rukun.

 

  1. Berani membela kebenaran dan keadilan.

Contoh pengamalan : Sebagai manusia kita wajib menjunjung suatu kebenaran, jangan yang salah malah dibenarkan. Kita perlu hidup adil terhadap sesama manusia.

 

  1. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 

Contoh pengamalan : Memberi bantuan kepada orang lain yang butuh pertolongan kita.

 

  1. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Contoh pengamalan : Saling menghormati dan menghargai sesama manusia.

 

  1. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain

Contoh pengamalan : Manusia adalah mahkluk sosial. Sehingga manusia tidak dapat hidup sendiri, perlu adanya saling membantu satu sama lain.

 

  1. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

Contoh pengamalan : Sebagai bangsa Indonesia ketika saudara kita tertimpa musibah kita perlu membantunya karena mereka masih satu bangsa dengan kita.

 

Baca Juga : Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 7

 

Sila ketiga: Persatuan Indonesia

 Sila ketiga

Lambang Sila 3 : Pohon Beringin

 

Butir-butir sila ketiga antara lain :

 

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Contoh pengamalan : Bila di negara kita ada suatu masalah kita harus fokus menyelesaikan masalah tersebut untuk kepentingan bersama / untuk kepentingan negara bukan memanfaatkannya untuk kepentingan kelompok / golongan / pribadi.

 

  1. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

Contoh pengamalan : Turut berjuang dan membela indonesia apabila negara Indonesia terancam keamanannya.

 

  1. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

Contoh pengamalan : Tidak membeda bedakan antara suku, ras dan agama satu dengan lainnya, karena kita semua sama-sama warga indonesia.

 

  1. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

Contoh pengamalan : Menjaga sumber daya dan kelestarian bumi yang ada di Indonesia.

 

  1. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

Contoh pengamalan : Lebih memilih dan menggunakan produk dalam negeri dibanding produk buatan dari luar.

 

  1. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Contoh pengamalan : Menjunjung tinggi nilai persatuan bangsa tanpa memandang suku, ras dan agama.

 

  1. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Contoh pengamalan : Turut mengampanyekan perdamaian dunia atau jika belum bisa, kita bisa mulai dari yang terkecil seperti mematuhi peraturan yang sudah ada di lingkungan kita.

 

Baca Juga : SMP Negeri 2 Kalinyamatan Menjadi Juara 1 Lomba Sekolah Sehat se Jepara

 

Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaran / perwakilan

 sila keempat

Lambang Sila 4 : Kepala Banteng

 

Butir-butir sila keempat antara lain :

 

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

Contoh pengamalan : Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban sama memperoleh pendidikan.

 

  1. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

Contoh pengamalan : Tidak boleh kita memaksakan kehendak sendiri terhadap orang lain apalagi melakukan ancaman.

 

  1. Mengutamakan musyawarah saat mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Contoh pengamalan : Ketika ada perbedaan kita wajib mengutamakan aspek bermusyawarah.

 

  1. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

Contoh pengamalan : Dalam bermusyawarah perlu tercapainya hasil yang telah disepakati bersama dengan mendukung aspek kekeluargaan.

 

  1. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

Contoh pengamalan : Dalam bermusyawarah kita tidak boleh emosi karena kita wajib dalam keadaan kepala dingin.

 

  1. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai dalam melaksanakan pemusyawaratan.

Contoh pengamalan : Menyerahkan dan mempercayai secara penuh aspirasi kita terhadap wakil - wakil terpilih untuk menjalankan tugasnya.

 

  1. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

Contoh pengamalan : Kita perlu patuh, menerima dan hormat terhadap suatu keputusan yang sudah disepakati dan mufakat.

 

  1. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Contoh pengamalan : Di dalam bermusyawarah perlu mengutumakan kepetingan bersama dibanding kepentingan pribadi

 

  1. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

Contoh pengamalan : Dalam menerima sebuah keputusan kita perlu ikhlas dalam menjalaninya.

 

  1. Keputusan yang diambil harus bisa dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

Contoh pengamalan : Dalam pengesahan keputusan seharusnya keputusan tersebut sesuai dengan norma pada Tuhan Yang Maha Esa serta tetap mempertahankan martabat

 

Baca Juga : Direktori Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 2 Kalinyamatan

 

Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 sila kelima

Lambang Sila 5 : Padi dan Kapas

 

Butir-butir sila kelima antara lain :

 

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Contoh pengamalan : Wajib hukumnya saling menghormati terhadap sesama manusia untuk tercapainya sikap kekeluargaan.

 

  1. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

Contoh pengamalan : Adil terhadap teman yang butuh bantuan dan tidak membeda-bedakannya.

 

  1. Menghormati hak orang lain.

Contoh pengamalan : Saling menghormati, baik, dan rukun terhadap sesama manusia.

 

  1. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Contoh pengamalan : Dalam hidup memang antara hak dan kewajiban dibutuhkan akan tetapi haruslah seimbang. Contohnya kita berhak memperoleh kenyamanan berkendara tapi wajib hukumnya menaati aturan lalu lintas yang berlaku.

 

  1. Suka bekerja keras.

Contoh pengamalan : Hidup jangan banyak mengeluh, kita perlu kerja keras dan cerdas untuk memenuhi kebutuhan keluarga apalagi kalau bisa memberi kepada orang yang membutuhkan

 

  1. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

Contoh pengamalan : Memberi bantuan modal usaha tanpa bunga kepada tetangga sekitar yang membutuhkan.

 

  1. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

Contoh pengamalan : Jangan sampai dalam hidup kita membuat susah tetangga sekitar, misal membangun pabrik industri tapi limbah dibuang sembarangan yang menjadikan rugi tetangga sekitar kita.

 

  1. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

Contoh pengamalan : Bersikaplah hemat, lebih baik sisihkan uang anda untuk orang yang lebih membutuhkan.

 

  1. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

Contoh pengamalan : Bersifat sewajarnya terhadap sesama, misal jangan sampai anda memberatkan orang lain apalagi sampai jatuhnya pemerasan.

 

  1. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Contoh pengamalan : Melakukan kegiatan kegiatan membangun seperti gotong royong, kerja bakti, bela negara dan lain sebagainya.

 

  1. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Contoh pengamalan : Dalam hidup jangan mengklaim hak yang memang itu sudah dipantenkan pemiliknya. Apabila memang mau digunakan untuk kepentingan kita ada baiknya ijin terlebih dahulu.

 

Demikianlah 45 Butir Pancasila beserta Contoh Pengamalannya, Semoga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Demikian terimakasih.

By : Zaenal Arif

 

Komentar

Banyakkk

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SELAMAT HARI PANGAN SEDUNIA

Hari pangan diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Tagar Pahlawan Pangan muncul dalam peringatan tahun 2020 ini. Organisasi Pangan Dunia yakni FAO (Food and Agriculture Organization) me

16/10/2020 08:42 - Oleh Nginggar - Dilihat 10 kali
HARI KESAKTIAN PANCASILA

Makna Pancasila bisa dibagi menjadi dua, yaitu sebagai dasar negara dan sebagai pandangan hidup bangsa. Sebagai dasar negara, Pancasila adalah fondasi atau falsafah negara. Pancasila j

01/10/2020 08:17 - Oleh Nginggar - Dilihat 72 kali
SELAMAT HARI PALANG MERAH INDONESIA

PMI Berikan Apresiasi dan Gaungkan Hadapi Covid-19 Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai perhimpunan nasional di Indonesia memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Se

17/09/2020 09:05 - Oleh Nginggar - Dilihat 45 kali